Berita

26 Jan 2026

Penulis : Folber Siallagan

Awas Cuaca Buruk, Ini Daftar Perairan yang Terjadi Gelombang Tinggi

Pemerintah melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat yang beraktifitas di laut untuk meningkatkan kewaspadaan. Ini mengingat cuaca ekstrem yang mengakibatkan gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia. Di mana saja itu? Berikut laporannya.

Dalam laporannya, BMKG menjelaskan bahwa potensi gelombang tinggi 4 meter tersebut terjadi mulai 27 sampai 30 Januari 2026. BMKG mengingatkan bahwa kondisi tersebut berisiko pada keselamatan pelayaran dan aktivitas di laut.

Dijelaskan BMKG, terjadi perubahan pola angin di perairan utara dan selatan Bali yang bergerak dari arah barat-utara dengan kecepatan angin mencapai sekitar 25 knot (±46 km/jam). Kecepatan angin seperti ini bisa meningkatkan tinggi gelombang laut secara signifikan dalam beberapa hari mendatang.

Pola angin yang aktif itu menjadi faktor utama meningkatnya tinggi gelombang. Ketika angin kuat bertiup secara konsisten dari satu arah, energi angin akan memicu pembentukan gelombang laut yang lebih besar dari biasanya.

Kondisi ini bukan merupakan fenomena musiman semata, tetapi lebih kepada dinamika atmosfer dan laut yang saling berinteraksi.

Menurut prakiraan BMKG, wilayah yang diprediksi berpotensi mengalami gelombang yang mencapai 4 meter meliputi:
- Selat Badung
- Selat Bali bagian selatan
- Selat Lombok bagian selatan
- Perairan selatan Bali
Sementara itu, gelombang laut dengan ketinggian hingga 2,5-3 meter diperkirakan terjadi di:
- Perairan utara Bali
- Selat Lombok bagian utara

BMKG juga memgimbau semua pihak yang beraktivitas di laut agar mempertimbangkan untuk menunda kegiatan untuk keselamatan. (*)

Berita Lainnya

29 Jan 2026

Penulis : Folber Siallagan

Ini Prosedur Ekspor Barang ke LN dengan Kapal Kontainer

Di zaman serba terkoneksi ini, pengiriman barang dari satu negara ke negara lain sudah tidak susah lagi. Kemudahan ini dirasakan sangat menguntungkan bagi pengusaha yang ingin barang atau jasanya dipasarkan hingga ke manca negara. Meski demikian, ada beberapa hal yang wajib dipahami oleh calon eksportir agar tidak ada masalah dalam bisnisnya.

Kegiatan ekspor barang merupakan sistem perdagangan yang memungkinkan seseorang mengadakan trading lintas negara. Saat ini pemerintah berupaya meningkatkan devisa dengan menggenjot arus ekspor barang. Prosedur ekspor sebenarnya lebih mudah daripada kegiatan prosedur impor karena saat ini lebih banyak aturan yang mengatur tentang impor daripada tentang ekspor, terutama untuk masalah pembayaran pajak.

Pada kegiatan impor hampir semua barang dikenakan bea masuk dan pajak impor lainnya, sedangkan pada saat ekspor lebih banyak barang yang tidak dikenakan pajak ekspor maupun bea keluar. Untuk pajak ekspor yang dikenakan diantaranya pada kegiatan ekspor kayu, rotan, juga CPO (crude palm oil). 

Yang pertama dilakukan dan paling penting adalah memastikan  bahwa barang yang akan diekspor tersebut termasuk barang yang tidak dilarang untuk di ekspor. Selain itu juga emastikan juga apakah barang Anda diperbolehkan untuk masuk ke negara tujuan ekspor.

Di saat  bersamaan, Anda bisa mencari pembeli (buyer) di luar negeri. Setelah ada kesepakatan, baik jumlah pembelian, quantity, spek  barang dan  lainnya maka Anda bisa mulai mempersiapkan  barang yang akan diekspor berikut dokumen-dokumennya sesuai kesepakatan dengan buyer.

Melakukan pemberitahuan pabean kepada pemerintah (Bea Cukai) dengan menggunakan dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) beserta dokumen pelengkapnya, antara lain;

1. Data Eksportir

2. Data penerima barang 

3. Data Customs Broker (bila ada)

4. Sarana kapal yang akan mengangkut

5. Negara Tujuan

6. Detil barang, seperti jumlah dan jenis barang, dokumen yang menyertai, No kontainer yang dipakai.

Setelah eksportasi Anda disetujui oleh Bea Cukai, maka akan diterbitkan dokumen NPE (Nota Persetujuan Ekspor). Jika sudah terbit NPE, maka secara hukum barang Anda sudah dianggap sebagai barang ekspor.

Setelah itu, Anda harus siap melakukan stuffing dan mengapalkan barang Anda sesuai kapal yang sudah dipesan sebelumnya.

Jangan abaikan untuk langsung mengasuransikan barang/kargo Anda untuk antisipasi segala kemungkinan terburuk. 

Ekspor Barang ke luar negeri mempunyai prospek yang cukup menjanjikan khususnya di bidang agrobisnis, apalagi Prosedur Ekspor cukup mudah. Wilayah indonesia yang kaya dengan alam dan mineral berpotensi untuk menyerap banyak lapangan kerja. Namun alangkah baiknya jika Anda melakukan Ekspor barang yang sudah jadi sehingga nilai ekonomisnya lebih tinggi dibanding bahan mentah. (*)

27 Jan 2026

Penulis : Folber Siallagan

Waspada Marine Heatwave, Picu Cuaca Buruk dan Badai

Fenomena baiknya suhu permukaan air laut sudah merambah hingga Indonesia. Fenomena yang dikenal sebagai Marine Heatwave (MHW) ini terjadi ketika suhu permukaan laut meningkat jauh di atas normal dan bertahan selama lebih dari lima hari berturut-turut. Ini mengakibatkan perairan Indonesia menjadi rentan terhadap  cuaca ekstrem beberapa hari belakangan ini.

Menurut infomasi yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu laut di perairan Indonesia mengalami kenaikan rata-rata sekitar 0,19 derajat Celsius setiap 10 tahun. Laju kenaikan ini berada di atas angka kenaikan suhu laut global.
Salah satu kejadian MHW ekstrem di Indonesia tercatat pada peristiwa NA 2016, di mana suhu laut mencapai 1,5 hingga 2 derajat Celsius lebih tinggi dibandingkan suhu rata-ratanya. Selain Indonesia, fenomena serupa juga tercatat di berbagai wilayah dunia seperti Tasmania (2017), Laut China Timur (2016), Pasifik Timur Laut (2015), serta Peru (2017).

Pemanasan suhu laut akibat MHW berdampak langsung terhadap dinamika atmosfer dan lautan.
Seperti diketahui, lautan yang lebih hangat berfungsi sebagai bahan bakar bagi badai atau siklon tropis, sehingga sistem cuaca ekstrem berpotensi menjadi lebih kuat dan destruktif.

Kondisi MHW dapat memicu penguatan angin monsun yang menyebabkan frekuensi dan intensitas hujan menjadi lebih tinggi. Fenomena ini juga mengganggu proses upwelling, yaitu pergerakan naiknya air laut dingin yang kaya nutrien dari dasar laut ke permukaan.

Terganggunya upwelling menyebabkan nutrien dan zooplankton tertahan di lapisan laut dalam. Kondisi tersebut membuat ikan enggan mendekat ke perairan pesisir sehingga hasil tangkapan nelayan mengalami penurunan. Selain itu, suhu laut yang menghangat dapat memicu pergeseran arah arus laut dalam yang memengaruhi pola sirkulasi laut secara luas.

Marine heatwave membawa dampak serius bagi ekosistem, salah satunya adalah pemutihan terumbu karang (coral bleaching). Kenaikan suhu laut menyebabkan mikroalga yang bersimbiosis dengan karang terlepas, sehingga karang kehilangan sumber makanan dan berisiko mati.

Kenaikan suhu juga memicu migrasi ikan ke perairan yang lebih sejuk, yang mengakibatkan populasi ikan di titik-titik tertentu menurun. Fenomena ini juga berisiko menyebabkan kematian masal pada invertebrata laut, ikan, burung laut, hingga mamalia laut. Tanaman laut seperti kelp dan rumput laut turut terdampak, sehingga fauna laut herbivora kehilangan sumber makanan alaminya.

Dampak MHW dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir melalui penurunan pendapatan nelayan akibat perubahan distribusi ikan. Dalam jangka panjang, fenomena ini dapat mengancam industri perikanan nasional serta ketahanan pangan laut.

Sektor pariwisata bahari juga menghadapi ancaman seiring berkurangnya kualitas terumbu karang dan spot menyelam yang menurunkan daya tarik wisata pantai. Di sisi lain, peningkatan potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan ekstrem, banjir, dan badai menambah risiko bagi masyarakat baik di wilayah pesisir maupun daratan.(*)

26 Jan 2026

Penulis : Folber Siallagan

Awas Cuaca Buruk, Ini Daftar Perairan yang Terjadi Gelombang Tinggi

Pemerintah melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat yang beraktifitas di laut untuk meningkatkan kewaspadaan. Ini mengingat cuaca ekstrem yang mengakibatkan gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia. Di mana saja itu? Berikut laporannya.

Dalam laporannya, BMKG menjelaskan bahwa potensi gelombang tinggi 4 meter tersebut terjadi mulai 27 sampai 30 Januari 2026. BMKG mengingatkan bahwa kondisi tersebut berisiko pada keselamatan pelayaran dan aktivitas di laut.

Dijelaskan BMKG, terjadi perubahan pola angin di perairan utara dan selatan Bali yang bergerak dari arah barat-utara dengan kecepatan angin mencapai sekitar 25 knot (±46 km/jam). Kecepatan angin seperti ini bisa meningkatkan tinggi gelombang laut secara signifikan dalam beberapa hari mendatang.

Pola angin yang aktif itu menjadi faktor utama meningkatnya tinggi gelombang. Ketika angin kuat bertiup secara konsisten dari satu arah, energi angin akan memicu pembentukan gelombang laut yang lebih besar dari biasanya.

Kondisi ini bukan merupakan fenomena musiman semata, tetapi lebih kepada dinamika atmosfer dan laut yang saling berinteraksi.

Menurut prakiraan BMKG, wilayah yang diprediksi berpotensi mengalami gelombang yang mencapai 4 meter meliputi:
- Selat Badung
- Selat Bali bagian selatan
- Selat Lombok bagian selatan
- Perairan selatan Bali
Sementara itu, gelombang laut dengan ketinggian hingga 2,5-3 meter diperkirakan terjadi di:
- Perairan utara Bali
- Selat Lombok bagian utara

BMKG juga memgimbau semua pihak yang beraktivitas di laut agar mempertimbangkan untuk menunda kegiatan untuk keselamatan. (*)

25 Jan 2026

Penulis : Folber Siallagan

Selamat, 15 Hari Terjebak di Tengah Laut Tanpa Makanan-Minunan

Perjuangan 15 warga Filipina ini untuk bertahan hidup patut diapresiasi. Selama 15 hari mereka terombang-ambing di tengah laut tanpa makan dan minum. Apapun mereka lakukan untuk tetap bertahan hidup tanpa bekal makanan dan minuman di kapal. Akhirnya mereka berhasil selamat setelah ditemukan oleh nelayan Sulawesi.

Ke 15 orang Warga Negara Asing (WNA) dari Filipina ini terombang-ambing di tengah laut setelah speed boat yang mereka tumpangi dari Filipina mogok. Belasan hari mereka terjebak di tengah laut tanpa mampu meminta pertolongan orang lain. Hingga arus laut menyeret mereka hingga ke perairan laut Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia.

Dua orang lainnya dilaporkan terjun ke laut untuk mengurangi beban kapal, saat berada di tengah perairan.
Para korban diketahui terdiri dari 6 orang dewasa dan 9 orang anak-anak. Mereka diduga berasal dari Malaysia dan bermaksud menyeberang menuju Filipina.
Namun, akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi, speed boat yang mereka tumpangi kehilangan kendali hingga akhirnya hanyut dan terbawa arus, sampai ke wilayah perairan Sulawesi, tepatnya di laut Kabupaten Buol.

Korban pertama kali ditemukan pada pukul 08.00 Wita, di wilayah laut Buol sekitar 72 mil dari daratan, oleh seorang nelayan Buol bernama Cici warga Lingkungan Poyapi, Kelurahan Buol, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Saat itu, Cici tengah menuju rompong, lokasi yang biasa digunakan nelayan untuk memancing ikan, sebelum akhirnya melihat speed boat berisi para korban dalam kondisi sangat memprihatinkan.
Berdasarkan keterangan para korban, selama 15 hari terombang-ambing di laut lepas, mereka bertahan hidup dalam kondisi serba terbatas. Untuk makanan, para korban hanya mengonsumsi gabus dan potongan kayu yang hanyut di laut.

Sementara untuk minum mereka menunggu air hujan turun, bahkan sesekali terpaksa meminum air laut demi mempertahankan hidup.
Dalam upaya menyelamatkan diri, dua orang penumpang terpaksa terjun ke laut guna mengurangi beban speed boat agar tidak tenggelam. Selain itu, dua unit mesin tempel berkekuatan 40 PK juga dibuang ke laut untuk menjaga keseimbangan kapal di tengah gelombang besar.

Selain mengalami kelelahan ekstrem dan dehidrasi berat, seluruh korban juga dilaporkan mengalami luka bakar pada kulit akibat terik matahari, setelah berhari-hari terpapar panas tanpa perlindungan memadai selama berada di laut terbuka.

Setelah berhasil dievakuasi oleh nelayan dan pihak terkait, seluruh korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mokoyurli Kabupaten Buol, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan intensif. (*)