Berita
19 Jan 2026
Penulis : Folber Siallagan
Hoax, Hiu Paus Mati Terdampar di Pantai NTB
Viral di media sosial, kabar seekor hiu paus yang terdampar dan akhirnya mati di salah satu pantai di Nusa Tenggara Barat (NTB). Rupanya kabar itu dibantah oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB dan menegaskan bahwa berita tersebut salah atau hoax.
Dalam pernyataan resminya, BKSDA meluruskan informasi yang beredar terkait seekor hiu paus terdampar di pesisir pantai Desa Labuan Kenanga, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, NTB.
Pengendali Ekosistem Hutan Pos Pulau Satonda Taman Nasional Moyo Satonda, Bisri Mustofa, mengatakan hiu paus itu tidak mati lantaran berhasil kembali ke laut berkat bantuan penduduk setempat.
"Informasi yang menyebutkan hiu paus yang terdampar itu sudah mati, itu tidak benar. Hewan lindung tersebut masih hidup dan berhasil didorong kembali oleh warga sekitar ke dalam laut pada pagi hari," ujarnya dalam pernyataan yang diterima di Mataram, Minggu.
Bisri menjelaskan peristiwa hiu paus terdampar terjadi sekitar pukul 17.30 WITA pada 16 Januari 2026. Kondisi hiu paus saat itu masih hidup, namun tidak mampu kembali ke laut karena gelombang tinggi serta ukuran tubuh yang besar.
Hiu paus dengan panjang tubuh sekitar tujuh meter tersebut kemungkinan mengikuti gerombolan ikan teri yang melimpah di perairan setempat hingga akhirnya terjebak di bibir pantai.
"Kami dan warga setempat sempat berupaya mendorong hewan tersebut ke laut hingga pukul 23.30 WITA, namun tidak berhasil karena bobot yang sangat besar ditambah lagi gelombang cukup tinggi," kata Bisri.
Lebih lanjut ia menyampaikan spesies ikan terbesar di dunia tersebut terlihat tidak banyak bergerak saat malam hari, sehingga sempat menimbulkan dugaan bahwa hiu paus itu mati
Pada Sabtu (17/1) pagi, cuaca sempat memburuk dengan hujan lebat yang disertai angin kencang di lokasi hiu paus terdampak. Setelah cuaca membaik sekitar pukul 10.00 WITA, petugas balai kembali menuju lokasi, namun hiu paus sudah tidak ada di sana.
"Kami mendapatkan keterangan warga dan nelayan setempat, hewan tersebut masih hidup hingga pagi hari dan berhasil didorong kembali ke laut secara bersama-sama," pungkas Bisri.
BKSDA NTB mengapresiasi peran aktif masyarakat dan pemerintah desa yang cepat menanggapi kejadian hiu paus terdampar tersebut.
Hiu paus sering muncul di sekitar perairan Pulau Satonda saat musim ikan kecil.
Namun, peristiwa hiu paus terdampar di pantai merupakan kejadian pertama yang tercatat dalam beberapa tahun terakhir. (*)
Berita Lainnya